Pentingnya Berdoa

dzikir

Anak-anak mulai belajar dan memahami banyak hal sejak usia dini dengan melihat orang tua, saudara, dan teman sebayanya. Mereka suka meniru orang dewasa di sekitar mereka dan khususnya orang tua mereka, yang merupakan pusat dunia mereka, terutama selama masa kanak-kanak. Ketika seorang anak melihat orang tuanya berperilaku dengan cara tertentu, dia cenderung mengikutinya. Ini adalah alasan utama bahwa setelah kelahiran anak mereka, kebanyakan orang tua yang sadar mencoba untuk mengambil kebiasaan yang baik dan mempraktekkan diri mereka Dzikir Yang Berat Timbangannya sendiri yang ingin mereka ajarkan kepada anak-anak mereka.

Untuk mengajari anak kecil Anda pentingnya berdoa dalam kehidupan kita, sangatlah penting untuk selalu berdoa secara teratur. Ketika anak Anda melihat Anda salat lima kali sehari, dia akan mencoba meniru Anda dari awal, dan kemungkinan besar dia akan mengembangkan rasa cinta dan pengertian untuk shalat sejak usia dini. Penting untuk menunjukkan kepada anak Anda suatu rutinitas dengan melakukan wudhu yang dikenal sebagai “Wudhu” diikuti dengan memilih tempat yang bersih dan menempatkan sajadah untuk diri sendiri dan anak Anda dan dilanjutkan dengan shalat.

Sajadah yang berfungsi sebagai tempat sholat yang bersih dan suci bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi si kecil. Anak-anak biasanya menganggap bahan lembut dan warna-warna cerah menarik dan nyaman. Meskipun pada awalnya mereka mungkin menggunakan sajadah sebagai tempat bermain saat Anda salat, namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai meniru tindakan Anda saat berdoa. Kecintaan untuk berdoa dan menjaga kebersihan semakin meningkat seiring dengan bimbingan berkelanjutan yang diberikan oleh para orang tua.

Sekolah Minggu Islam tertentu di Inggris dan AS meminta anak-anak prasekolah membuat sajadah kecil selama periode kerajinan. Sajadah ini dibuat dengan menggunakan potongan-potongan kecil karpet warna solid dan kemudian di hiasi warna-warni oleh anak-anak dengan menggunakan spidol dan cat untuk membuat bunga dan desain abstrak sesuai dengan bakat dan kreativitas masing-masing. Kemudian sajadah ini digunakan oleh mereka selama Sekolah Minggu setiap minggu untuk salat. Saat proyek kerajinan ini diperkenalkan di kelas, guru juga memberi tahu siswa tentang pentingnya shalat dalam Islam.

Sajadah yang mereka buat di kelas juga menjadi titik awal bagi anak-anak untuk salat lebih teratur. Selain itu, seringkali menjadi kebanggaan bagi mereka untuk berdoa kepada Allah dengan menggunakan tikar yang mereka buat sendiri. Bagi anak-anak, kegiatan kecil ini tidak hanya membuat mereka sibuk dan terhibur, tetapi juga bertindak sebagai batu loncatan untuk lebih memahami warisan agama mereka.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *