Memulai Firma Hukum – Membuat Rencana Bisnis

Hukum

Praktik hukum adalah sebuah profesi. Tetapi bagi banyak praktisi tunggal atau pemilik perusahaan kecil, ini juga merupakan bisnis. Oleh karena itu, ketika memulai sebuah firma hukum, sebuah rencana bisnis mutlak diperlukan. Sama seperti bisnis kecil lainnya, rencana bisnis akan membutuhkan rencana pemasaran, anggaran, dan proyeksi keuangan. Tapi, menurut pengalaman saya, kesamaan antara memulai firma hukum dan memulai pengacara hukum bisnis jenis bisnis lain berakhir di situ. Ini terutama benar dalam iklim ekonomi modern.

1) Anggaran.

Anda perlu mengetahui jenis modal yang Anda gunakan. Tidak perlu banyak uang untuk memulai firma hukum. Tapi itu memang membutuhkan anggaran yang cermat, terutama jika Anda mencoba untuk memulai dengan tali sepatu. Banyak bisnis yang gagal karena modal yang tidak mencukupi. Satu kesalahan di sini dan bisnis Anda akan kacau balau.

2) Proyeksi Keuangan.

Menurut definisi, proyeksi bukanlah kenyataan. Tetapi Anda masih perlu menganalisis perkiraan pendapatan, titik Law Firm Jakarta impas, pengeluaran bulanan, dll. Saya hanya akan melakukannya untuk dua belas bulan pertama, karena apa pun di luar itu terlalu tidak terduga. Bahkan dua belas bulan pertama tidak dapat diprediksi. Penting untuk bersikap konservatif pada perkiraan Anda, dan tentukan asumsi Anda.

3) Rencana Pemasaran.

Rencana pemasaran adalah bagian terpenting dari rencana bisnis Anda. Anda perlu memiliki rencana yang solid tentang bagaimana Anda akan mendapatkan klien. Tanpa klien, Anda tidak makan. Elemen penting dari rencana pemasaran Anda adalah situs web Anda, dan mencari tahu cara mengarahkan orang ke situs web Anda. Pelajari tentang pengoptimalan mesin telusur, dan bukan jenis yang Anda bayar, tetapi jenis organiknya. Buat daftar semua orang di jaringan Anda dan beri tahu mereka apa yang Anda lakukan. Hadiri acara dan jalin lebih banyak koneksi. Sebutkan namamu di luar sana. Tapi buatlah rencana bagaimana Anda akan melakukan ini. Jika tidak, itu tidak akan selesai.

Begini, saya mengerti bahwa jika Anda melakukan presentasi ke bank untuk mendapatkan pinjaman, Anda akan memerlukan rencana bisnis yang terperinci, lengkap dengan ringkasan eksekutif, analisis kompetitif, lampiran, dan sejenisnya. Saya tidak mengatakan bahwa hal-hal ini tidak penting. Tetapi dalam perekonomian ini, kebanyakan orang seperti saya dan tidak akan mendapatkan pinjaman bisnis untuk memulai firma hukum kami. Profesi hukum adalah bisnis orang. Kami membutuhkan rencana untuk keluar dan memberi tahu orang-orang tentang layanan kami. Kami membutuhkan anggaran. Kemudian kita perlu berusaha untuk mengubah jaringan kita menjadi rujukan, dan rujukan kita menjadi klien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *